Dari Ibnu Umar Radiallahu 'anhu, beliau berkata, "Aku melewati Rasullullah Shalallahu alaihi wasalam sedangkan sarungku terjurai. Beliau lantas bersabda, 'Wahai 'Abdullah, tinggikan sarungmu!' setelah kutinggikan, beliau masih bersabda, 'Tinggikan lagi! 'Semenjak itu kujaga agar kainku pada batas itu." Ada sebagian orang bertanya, "Seberapa tingginya?" "Sampai pertengahan betis," Jawab Ibnu Umar. (HR. Muslim).
Wahai saudaraku! renungkanlah apa yang telah disabdakan oleh Rasullullah Shalallahu alaihi wassalam bahwa beliau juga bersabda,
"Barangsiapa menyeret kainnya karena sombong maka Allah tidak akan memandangnya pada hari kiamat." (HR. Bukhori).
Banyak orang yang berkata dan berfikiran tidak mengapa menjuraikan kain sampai di bawah mata kaki asalkan tidak sombong. Maka jawablah dengan hadits Rasullullah Shalallahu alaihi wasalam,
"Berhati-hatilah terhadap isbal (pakaian yang menutup mata kaki) karena hal itu termasuk kesombongan." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi dengan isnad Shohih).
Wahai saudaraku! Kita sebagai seorang muslim wajib mendahulukan sabda Nabi daripada perkataan manusia seluruh penjuru dunia ini, mengikuti perintahnya, serta menjauhi larangannya, dan membenarkan ucapan yang beliau sampaikan, baik dalam masalah kecil maupun besar. Dengan itulah kita merealisasikan persaksian bahwa sesungguhnya tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.
Sebagaimana di dalam Al-qur'an nan mulia,
Allah berfirman,
"Apa yang diberikan Rasul kepada kalian maka terimalah dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah. Takutlah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras siksa-Nya." (QS. Al-Hasyr:7).
Di lain ayat Allah juga berfirman:
"Barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal didalamnya, dan baginya siksa yang menghinakan." (QS. An-Nisa:14).
Apakah orang yang menjalankan perintah bisa di sebut ORANG YANG DURHAkA?, dan apakah orang yang tidak mentaati Allah dan Rasul-Nya bisa di sebut dengan ORANG YANG TAAT?. pastilah tidak demikian.
Islam merupakan sebuah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Kebenaran tidak boleh disembunyikan, banyak perkara yang dianggap remeh oleh orang banyak padahal itu merupakan hal yang penting dalam pandangan syariat.
Allah berfirman:
"Kalian menyangka remeh, padahal hal tersebut dalam pandangan Allah adalah perkara penting." (QS. An-Nur:15).
Diantara Dalil-dalil yang mencela Isbal adalah:
(1) Rasullullah Shalallahu alaihi wasalam bersabda,
"Ada tiga golongan manusia yang tidak Allah ajak bicara pada hari kiamat, tidak Dia pandang, tidak Dia sucikan, dan bagi mereka siksa yang pedih. Mereka adalah orang yang MENGISBAL PAKAIAN (PAKAIAN DI BAWAH MATA KAKI), Orang yang suka mengungkit-ungkit pemberian, dan orang yang melariskan dagangannya dengan sumpah palsu." (HR. Muslim).
Yang di maksud tidak dipandang oleh Allah adalah Allah tidak menyayanginya dan Allah tidak memandangnya dengan penuh kasih sayang.
(2) "Kain yang berada di bawah kedua mata kaki berada dalam neraka."(HR. Abu Dawud, Shohih).
(3) "Kain seorang mukmin hingga otot betis, kemudian separo betis, kemudian hingga ka'bain (dua mata kaki). Kain yang ada di bawah itu berada dalam neraka." (HR. Ahmad 2/255, Shohih).
(4) "Orang yang shalat dalam keadaan isbal tidaklah dalam keadaan yang dihalalkan dan tidak pula dalam keadaan yang diharamkan Allah." (HR. Abu Dawud, Shohih).
Banyak dalil yang mencela isbal dan mengancam akan berada dalam api neraka bagi pelakunya.. Lantas bagaimana dengan pakaian wanita?
Umi Salamah bertanya, Apa yang harus diperbuat wanita terhadap ujung pakaian mereka? beliau Rasullullah Shalallahu alaihi wasalam bersabda, "Hendaklah mereka lebihkan sejengkal!" Umi Salamah bertanya, "Jika demikian telapak kaki mereka masih terlihat?" Beliau bersabda, "Hendaklah mereka panjangkan satu hasta, tetapi tidak boleh lebih dari itu." (HR. Tirmidzi, Shohih).
Hal ini mereka lakukan tatkala keluar rumah. Rasullullah Shalallahu alaihi wasalam ditanya tentang seorang wanita yang menyeret ujung pakaiannya di tempat kotor? Beliau bersabda,
"(Debu) yang setelahnya yang akan menyucikannya."
Demikianlah sabda Nabi yang ia tinggalkan kepada kita untuk jadi pedoman hidup agar kita tidak tersesat selama-lamanya.
Sebagaimana hadits berikut:
"Aku tinggalkan di tengah kalian sesuatu yang jika kalian berpegang teguh dengannya maka kalian tidak akan sesat sepeninggalku, yaitu Kitabullah dan Sunnahku." (HR. Iman Malik dalam al-Muwattha, Abu Dawud dan Ibnu Majah, Hadits Shohih).
Assalamu 'alaikum.
Menuntut Ilmu Itu Wajib Bagi Setiap Muslim.
(HR. Ibnu Majah no. 244)
(HR. Ibnu Majah no. 244)
06 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar