Bagaimana kamu jika kedua matamu, kedua tanganmu, kedua kakimu, kedua telingamu, kemaluanmu dan lisanmu bersaksi atas segala yang telah kamu lakukan di dunia yang fana ini,
"Pada hari ini kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada kami tangan mereka dan memberi kesaksian kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan." (Yasin : 65).
"Kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu terhadapmu." (Fushshilat :22).
Dengan apa engkau menjawab bila Tuhanmu menanyakan umurmu, untuk apa kau habiskan. Masa mudamu, untuk apa kau pergunakan. Tentang hartamu, darimana kau peroleh dan untuk apa kau pergunakan dan tentang ilmumu, untuk apa kau amalkan. Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam bersabda :
"Dua kaki seorang hamba tidak akan melangkah pada hari kiamat hingga ditanya tentang empat perkara, tentang umurnya, untuk apa dihabiskan. Tentang masa mudanya, untuk apa dipergunakan. Tentang hartanya, darimana diperoleh dan untuk apa dipergunakan, dan tentang ilmunya, untuk apa diamalkan. (HR. Al-Bazar dan at-Thabrani dengan sanad shahih).
Kemudian renungkanlah, wahai saudaraku, keadaan para makhluk yang takut dengan kedahsyatan hari kiamat, mereka menanti datangnya penentuan dan menunggu munculnya yang memberi syafaat kepadanya. Orang-orang yang berdosa diselimuti ketakutan dan diperdengarkan suara yang mengerikan kepada mereka.
"Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara nyala-nyalanya." (Al-Furqan : 12).
Lalu keluarlah malaikat yang sangat kasar berkata,
"Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia." (Ad-Dukhon : 49). Sebagai ejekan bagi mereka.
Harapan mereka saat itu hanyalah kebinasaan dan mereka tidak akan lepas dari keganasan Jahanam. Mereka berseru seperti dalam Al-Qur'an :
"Mereka berseru, 'Hai Malik, biarlah Rabbmu membunuh kami saja.' Dia menjawab, 'Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)'." (Al-Zukhruf : 77).
Di kala itulah mereka berputus asa, dan di sisi Allah mereka memohon ampun atas segala kelalaiannya.
Saudaraku...,
Bayangkanlah keadaan mereka. Di atas mereka ada api, di bawah mereka ada api, di kanan dan kiri mereka juga api.
"Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah merekapun lapisan-lapisan (dari api)." (Az-Zumar : 16).
Mereka mendambakan yang namanya kematian abadi, padahal mereka tidak bisa mati lagi.
"Dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati, dan dihadapannya masih ada adzab yang berat." (Ibrahim : 17).
Mudah-mudahan tulisan yang sedikit ini bermanfaat dan menjadi amal shalih bagi kita semua. Amiin.
Assalamu 'alaikum.
Menuntut Ilmu Itu Wajib Bagi Setiap Muslim.
(HR. Ibnu Majah no. 244)
(HR. Ibnu Majah no. 244)
10 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar