(1) Sebab Turunnya Rizki.
Istighfar adalah di antara sebab rizki yang paling penting dan paling besar berkat anugerah Allah.
Allah berfirman dalam kitab-Nya yang mulia,
"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepada-Nya. [jika kamu mengerjakan yang demikian], nis
caya dia akan memberi kenikmatan yang baik [terus menerus] kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan". (QS. Hud:3).
Dalam ayat yang mulia ini, terdapat janji Allah berupa nikmat yang baik bagi orang yang beristighfar dan bertaubat. Ibnu Abbas berkata Maksud dari 'memberi kenikmatan yang baik' adalah Allah memberi kalian rizki dan kelapangan. (lihat al-Ma'ani, 29/27).
Di dalam hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam-bersabda:
"Barangsiapa memperbanyak istighfar niscaya Allah membuatkan baginya dari setiap kesusahan ada jalan keluar, dari setiap kesempitan ada jalan penyelesaian, serta memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka". (HR. Ahmad) lafaz ini miliknya Ibnu Majah, dan al-Hakim dalam al-Mustadarak dan sanadnya Shohih.
Di dalam hadits ini Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam mengabarkan tiga faedah yang dapat dipetik oleh orang yang banyak beristighfar, salah satunya adalah rizki dari arah yang tidak disangka.
(2)Termasuk Ahli Surga.
Dalilnya adalah sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassallam dalam hadits Syadad bin Aus Radiallahu 'anhu:
"Sayyid (penghulu) istighfar adalah ucapan (do'a) hamba, 'Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tiada sesembahan yang haq kecuali Engkau. Engkaulah yang telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku setia di atas perjanjian-Mu dan janjiku kepada-Mu sesuai kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku serta aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Karena sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.'
Barangsiapa membacanya di pagi hari dengan penuh keyakinan lalu mati pada hari itu sebelum memasuki sore maka dia termasuk ahli surga. Dan barangsiapa membacanya di petang hari dengan penuh keyakinan lalu mati sebelum memasuki waktu Shubuh maka dia termasuk ahli surga." (HR. Al-Bukhoriy).
(3) Dihapuskannya Dosa.
Diantara ayat-ayat yang menunjukkan kemurahan Allah mengampuni dosa dan memaafkan kesalahan hambanya adalah firman-Nya:
"Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (An-Nisa':110).
Dari Anas Radiallahu anhu beliau berkata, Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam-bersabda, Allah berfirman:
"Hai anak Adam, selama kamu memohon dan mengharap kepada-Ku, Aku akan memberimu ampunan terhadap semua dosamu dan aku tidak ambil peduli. Hai anak Adam! andai dosa-dosamu seluas langit kemudian kamu memohon ampun kepada-Ku niscaya Aku mengampunimu, dan Aku tidak ambil peduli." (HR. At-Tarmidzi) dan berkata hadits Hasan.
Lihatlah dan dengarlah wahai orang yang mau mengambil pelajaran, betapa besar nikmat, kemurahan dan karunia Allah kepada anak Adam, pantaskah kita mengambil sesembahan selain Allah. Maha Suci Allah tiada Tuhan selain Allah.
(4) Diangkatnya Derajat Setelah Kematian.
Istighfar bermanfaat bagi manusia di dunia, maupun di akhirat karena istighfar menjadi sebab diangkatnya derajat manusia di Surga. Dari Abu Hurairah Radiallahu'anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam-bersabda:
"Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seseorang hamba yang shalih di Surga sehingga dia bertanya, 'Wahai Rabbku, dari mana nikmat ini hamba terima?' Allah berfirman, 'karena istighfar anakmu untukmu'." (HR. Ahmad) dengan sanad Shohih.
Hadits ini adalah dalil yang menunjukkan bahwa Allah menjadikan anak shalih bermanfaat bagi kedua orangtuanya di dunia dan di akhirat, sesuai sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:
"Jika anak Adam telah meninggal, maka amalnya akan terputus, kecuali tiga: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, anak shalih yang mendo'akannya." (HR. Muslim).
(5) Sebab Memperoleh Anak.
Ini kabar gembira bagi orang yang menginginkan anak dan keturunan yang shalih. Dalilnya adalah firman Allah Subhanallahu wa Ta'ala :
"Maka aku katakan kepada mereka, 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) sungai-sungai untukmu." (Nuh:10-12).
Assalamu 'alaikum.
Menuntut Ilmu Itu Wajib Bagi Setiap Muslim.
(HR. Ibnu Majah no. 244)
(HR. Ibnu Majah no. 244)
05 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar