Renungan kita kali ini mengenai ayat yang agung yang kadang menjadikan orang yang membacanya menjadi ketakutan. Sebuah ayat yang menceritakan tentang sebuah perjalanan.. Kepergian... Sebuah perjalanan yang berat.
Ayat tersebut adalah firman Allah Subhanallahu Wa Ta'ala, :
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." (Ali Imran : 185).
Wahai saudaraku..! Perjalanan ini menuju akhirat. Suatu perjalanan yang kita memohon kepada Allah agar tujuan akhirnya adalah surga, bukan neraka!.
Karena keagungan perjalanan ini, maka Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam bersabda :
"Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis." (Muttafaq 'alaih).
Maksudnya jika kita mengetahui hakikat kematian dan kedahsyatannya, alam kubur dan kegelapannya, hari kiamat dan segala kesedihannya, shirath (titian) dan segala rintangannya, niscaya kita akan segera berubah!. Akan tetapi terkadang kita lupa atau pura-pura lupa dengan perjalanan tersebut dan malah memilih dunia ini yang nilainya di sisi Allah tidak lebih dari sehelai sayap nyamuk.
Ada sebuah cerita mengenai orang-orang terdahulu, seseorang diantaranya bertanya, "Maukah engkau mati sekarang?" Temannya menjawab, "Tentu tidak." Lalu ditanyakan lagi kepadanya, "Kenapa?"Jawabnya, "Saya belum bertaubat dan berbuat kebajikan." Selanjutnya dikatakan kepada orang itu, "Kerjakanlah sekarang!" Ia menjawab, "Nanti akan saya lakukan." Demikianlah ia selalu berkata, "Nanti dan nanti," sehingga akhirnya ia meninggal dunia tanpa sempat bertaubat dan melakukan perbuatan baik. Saya yakin kita tidak mau berakhir seperti itu. Jadi, lakukanlah sekarang dan jangan menunda lagi!.
Diriwayat lain suatu ketika Khalifah Harun al-Rasyid memenuhi majlisnya dengan berbagai makanan dan perhiasan, lalu beliau menghadirkan Abu al-Atahiyah (penyair ternama di masanya) dan berkata kepadanya, "Ungkapkan pada kami kenikmatan dunia yang telah kami peroleh." ia menjawab,
"Hiduplah dengan sesuka hatimu dalam naungan istana yang tinggi."
Al-Rasyid berkata, "Bagus. Lalu apa lagi?" Ia menjawab,
"Kenikmatanmu menjadikanmu berlari dihadapan pergantian siang dan malam."
Al-Rasyid berkata, "Bagus. Lalu apa lagi selanjutnya?"
"Jika nyawa telah meregang dihadapan hati yang bergetar, saat itu kamu akan tahu dengan pasti bahwa selama ini kamu terperdaya."
Lalu menangislah Khalifah Harun al-Rasyid. Salah seorang pejabatnya berkata kepada Abu al-Atahiyah, "Engkau dipanggil kesini oleh Amirul Mukminin untuk menghibur hatinya, akan tetapi engkau menjadikannya sedih." Harun al-Rasyid berkata, "Biarkanlah ia, sesungguhnya ia melihat kita dalam kebutaan, dan ia tidak ingin kita semakin buta."
Benar saudaraku, cukuplah kematian sebagai nasehat, cukuplah kematian menjadikan hati bersedih, mata menangis, pemutus segala cita-cita hidu di dunia.
Bayangkanlah !!, apabila engkau dimasukan ke dalam kubur dengan diangkat di atas pundak, setelah sebelumnya engkau menjadi orang yang mengantarkan jenazah atau berziarah kubur. Di saat itu, apa kata jenazahmu, akankah mengucapkan, "Cepat-cepat...!" ataukah akan mengucapkan, "Hai, kemana kalian akan membawaku?. (HR. Al-Bukhori).
Kemudian engkau dimasukkan ke dalam kuburmu oleh orang yang paling engkau cintai dan keluarga yang paling dekat denganmu. Mereka meletakanmu di dalam lubang bumi, dan menutupi liang lahatmu hingga cahaya tidak dapat menyinarimu. Kemudian mereka menimbun kuburanmu dengan tanah, salah seorang diantara mereka berkata "Mintakan ampunan untuk saudaramu ini dan mintakan ketetapan iman, karena sekarang ia sedang ditanya."
kemudian mereka meninggalkanmu sendirian dalam kegelapan. Di atas, di bawah, di kanan dan kirimu hanyalah tanah, kemudian ruhmu dikembalikan pada jasadmu. Dan datanglah kepadamu dua malaikat yang biru kehitam-hitaman. Lalu bertanya kepadamu, "Siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Siapa Nabimu? Maka dengan apa kamu menjawabnya?
Jika di saat mati engkau telah bertaubat, jujur dan beriman, maka Allah akan menetapk
an imanmu pada saat itu.
Allah berfirman :
"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang zhalim dam memperbuat apa yang Dia kehendaki." (Ibrahim : 27).
Coba perhatikan, apa yang telah engkau persiapkan untuk menjadikan kuburanmu sebagai taman surga? Keadaan bagaimana yang kamu inginkan saat Allah berfirman :
"Pada hari penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat. (yaitu) pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya itulah hari keluar (dari kubur). (Qaaf : 41-42).
Keadaan yang bagaimana yang kamu inginkan di saat,
"(Yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Rabb semesta alam." (Al-Muthaffifin : 6).
Assalamu 'alaikum.
Menuntut Ilmu Itu Wajib Bagi Setiap Muslim.
(HR. Ibnu Majah no. 244)
(HR. Ibnu Majah no. 244)
10 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar