Assalamu 'alaikum.

Menuntut Ilmu Itu Wajib Bagi Setiap Muslim.
(HR. Ibnu Majah no. 244)

30 April 2010

Dahsyatnya Sakaratul Maut

Allah Subhanahu wata'ala berfirman (yang artinya) :
" Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman." (Adz-Dzariyat : 55).
Di antara sekian banyak peringatan dan pelajaran yang berharga adalah tatkala seorang hamba dengan mata kepalanya sendiri menyaksikan sakaratul maut yang menimpa saudaranya. sehingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Tidaklah berita itu seperti melihat langsung." (HR. At-tirmidzi dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhu. lihat Ash Shahihah no. 135).
"Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. sesungguhnya kematian ada masa sekaratnya." (HR. Al-Bukhori).
Allah memeritahukan sebagian gambaran sakaratul maut yang akan dirasakan setiap orang , sebagaimana firman-Nya : 

"Maka mengapa ketika nyawa sampai ditenggorokan, maka padahal kamu ketika itu melihat, sedangkan kami lebih dekat kepadanya daripada kamu. tetapi kamu tidak melihat, maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)? kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar?" (Al-Waqi'ah : 83 - 87).
"Sekali-kali jangan, apabila nafas (seseorng) telah (mendesak) sampai ke tenggorokan, dan dikatakan (kepadanya) : siapakah yang dapat menyembuhkan?', dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia), dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan), kepada rabbmu lah pada hari itu kamu dihalau." (Al-Qiyamah : 26 - 30).

        Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata : "Ini adalah berita dari Allah subhanahu wata'ala tentang keadaan orang yang sekarat dan tentang apa yang dia rasakan berupa kengerian serta rasa sakit yang dahsyat (mudah-mudahan Allah subhanahu wata'ala meneguhkan kita dengan ucapan yang teguh, yaitu kalimat tauhid di dunia dan di akhirat).

        Kemudian, keadaan yang dahsyat dan ngeri tersebut disusul oleh keadaan yang lebih dahsyat dan lebih ngeri berikutnya (kecuali bagi orang yang dirahmati oleh Allah subhanahu wata'ala). kedua betisnya bertautan, lalu meninggal dunia. kemudian dibungkus dengan kain kafan (setelah dimandikan). mulailah manusia mempersiapkan penguburan jasadnya, sedangkan para malikat mempersiapkan ruhnya untuk dibawa ke langit.

Setiap orang yang beriman akan merasakan kengerian dan sakitnya sakaratul maut sesuai dengan kadar keimanan mereka. sehingga para Nabi 'alaihimussalam adalah golongan yang paling dahsyat dan pedih tatkala menghadapi sakaratul maut, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam :

"Sesungguhnya manusia yang berat cobaannya adalah para Nabi, kemudian orang-orang yang semisalnya, kemudian yang semisalnya. Seseorang diuji sesuai kadar agamnya." (HR. At-tirmidzi no. 2398 (2/64), dan Ibnu Majah no. 4023 dan yang selainnya. lihat Ash-shahihah n0. 134).
"Orang yang mati syahid tidaklah mendapati sakitnya kematian kecuali seperti seseorang yang merasakan sakitnya cubitan atau sengatan." (HR. At-tirmidzi no. 1668).
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar